Rabu, 30 Desember 2015

Semalam

Mata terlalu lemas untuk melihat angka sebelas
Menatap atap berbaring miring menata raga
Hingga jiwa merasa lega otakpun ishoma
Nadi meratakan darah dalam satu nyawa
Sampai tak teringat dan tak terlihat
Sampai lupa semua dan hitam semua
Tiba tiba di depan pintu terbuka
Terpancar cahaya abadi yang ternyata mimpi
Disitu tak terlihat istimewa
Sungguh, hanya biasa tak ada apa apa
Suasana sekitar mirip dunia nyata
Tapi ada yang berbeda
Jangan katakan
Ini mimpi buruk !
Bukan, mungkin hanya sebuah imajinasi
Tapi ini khayalan kenyataan
Dimana semua menjadi sulit dan menakutkan
Belum pernah aku rasakan di tempat yang sama
Belum pernah aku lihat di tempat yang sama
Tapi ini sudah memasuki alam mimpiku
Aku tak bisa lari dan meninggalkan begitu saja
Tak ada yang datang untuk membantu
Mungkin aku berteriak hingga membatu
Tapi aku yakin ini akan segera berakhir
Sampai habisnya keringat ini mengalir
Selesaikan cerita semalam dengan ku paksa bangun
Ternyata masih jam dua pagi
Dan ku lanjutkan berlari
Mengelilingi bumi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar