Kamis, 29 Oktober 2015

Demi Nafas


Sajak Prek
Ra ono batese !

Masih pagi sudah pulang kembali
Selasa indah dengan padatnya kota
Beranjak pergi dari tanah sapen ini
Menjajaki bulak sumur arah barat daya
Lelah menghinggap bukan lelah biasa
Ini tetesan keringat luar biasa
Di pinggiran 
Menjajakan lidah rasa angkringan
Arah timur dari bundaran gama
Sungguh miring ! harga mati ! 
Ditunggu di sebelah tulisan UGM !
Suasana hangat menemani langkah ini
Sudah terasa ada yang berbeda
Nadi dan jantung bekerja sama
Ini bukan rasa tapi keluh raga
Masuklah dan ambil kertas kuning itu
Mari ke Gelanggang 
Gedung bebas berekspresi tanpa batas
Banyak bercerita hal apa saja
Penting maupun tidak penting
Kenapa harus pesan minum ?
Ini kantin ! Gak enak !
Dua gelas ES kopi di siang hari
Mulut berbunyi sirine
Lidah berkata jangan
Tubuh menolak keras 
Tapi apa daya minum saja 
Sampai bersih !
Reaksi yang sangat kontras dengan keadaan tubuh saat ini
Ada satu kawan lagi
Mari kesana
Datangi saja
Di Fakultas Ilmu Budaya
Parkir jangan dikunci stang
Awas digembosin !
Wow..
Banyak yang dipamerkan
Mengenai sejarah dan kebudayaan
Menakjubkan 
Itu dia 
Dua wanita satu pria
Dalam diri tak banyak bicara 
Beda bicara beda suasana beda cerita
Mari ke bangcok depan mushola al adab
Hanya sebagai pendengar setia cukup
Sudah terasa suhu tubuh tak stabil
Jantung dan nadi mulai labil
Ok . sembahyang wajib dulu
Baru bubar dan berlalu
Sampai di gubug suapan ibu
Badan utuh tapi goyah
Bercampur alunan batuk senada
Hingga lelap dan pejamkan mata
Hingga saatnya waktu subuh
Suara nafas ini bergemuruh
Semakin cepat dan ampuh
Tak mampu berdiri tegak
Harus rukuk posisi membungkuk
Berusaha raih semua oksigen yang ada
Satu hari terasa sesak di dada
Keringat ini menemani usaha keras
Saksi bisu udara yang berguling cepat
Dari hidung melesat ke jantung
Tiada aktifitas yang berat
Tiada organ luar yang gerak
Hanya raih udara dan bernafas
Tiba matahari senja
Detak ini semakin cepat
Sampai maghrib hampir terlambat
Dengan tawakkal dan duduk sholat
Cepat!
Resah .. khawatir ..
Malam kamis yang damai
Sampai ke RS
Berbaring di kasur itu
Ini asma 
Asma'ul Husna !
Bukan ! Penyakit sesak nafas
Pindah kesana mau di uap
Uap 😓 itu oksigen
Oksigen ...
Lancarkan penyumbat aliran nafas
Mencairkan tubuh dan suhu panas
Sesak itu hilang dan terlepas
Alhamdulillah ..
Dokter memberi resep rahasia
Berupa tablet perantara
Menuju kesembuhan yang sempurna
Terima kasih Tuhan
Terima kasih Kedua Orang Tua
Terima kasih semuanya
Di jum'at pagi ini
Tenangkan pikiran dan hati
Bersihkan jiwa 
Bersihkan segalanya 

Datanglah ke tempat yang kau sukai
Tapi jangan sesukamu mendatangi suatu tempat.

30 10 2015







Tidak ada komentar:

Posting Komentar