Sabtu, 03 Oktober 2015

Sapa Yogyakarta dengan Sajak



Satu darah pertahankan istimewa
Rasakan sejuk rasuki nyawa
Patuh abdi pada raja panatagama
Membuat sentosa jiwa raga
Jangan alih posisi kota budaya
Seni nenek moyang takkan kadaluwarsa
Angkringan merata klasik sederhana
Bangunan tua peradaban nyata
Tutur lembut kemanusiaan adatnya
Tak ada kasta selalu sopan merata
Sayangi kawula alit penuh sahaja
Toleransi agama paling berharga
Andalkan sikap memeberi sesama
Jangan buas berkata ha ha ha
Ikuti angin menembus pinggiran surga
Resah gelisah tak perlu lama
Budaya lama yang baik dipelihara
Budaya baru yang lebih baik oke saja
 Nilai moral ataupun akulturasi
 Hindari jebakan lewat tikungan kiri
 Masalah sarapan , Tuhan pasti memberi
 Tapi jika kapitalis berkuasa , Tak sudi !
 Ikuti jejak merapi jangan tutupi
 Alam jadi sahabat do'a kan jadi obat
 Biarkan hijau jangan tanami besi
 Kembalikan hati emas sang permaisuri
 Jadikan sepeda aksi transportasi
 Bukan polusi dan main bangun sendiri
 Limbah kota cemarkan udara
 Sampai laut desapun terkena
 Bijaksana mengikuti kata bumi
 Jangan lupa cinta dan hati nurani
Senandung karawitan ramaikan malam
Irama musik jalanan tanah mataram
Selamatkan pasar tawar memawar
Bukan mendukung pasar harga pasti
Tidak ! Maaf, tak suka ketinggian
Merusak pemandangan pepohonan
Tidak terlihat merah kuning atau hijau
Tertutup tulisan gambar memenuhi jalan
Biarkan yang hampir roboh tetap berdiri
Jangan diganti tuk kepeningan investasi
Yogyakarta sempurna karena sederhana
Yogyakarta nyaman karena istimewa
Yogyakarta bukan metropolitan
Yogyakarta memayu hayuning bawono
Yogyakarta ora didol !
Yogyakarta ..
Kota Humanis !
Bukan
Kota Hedonis !

#KembalikanPadiCabutkanBesi


Tidak ada komentar:

Posting Komentar